Penjualan Termahal Liverpool, Termasuk Luis Suarez Dan Coutinho

Penjualan Termahal Liverpool, Termasuk Luis Suarez Dan Coutinho

Klub raksasa Liverpool bisa di bilang sebagai klub dengan pengeluaran paling boros di bawah kepelatihan Jurgen Klopp. The Reds kerap kali merekrut pemain-pemain baru dengan mahar yang luar biasa besar saat berada di bawah kepemimpinan Juregen Klopp.

Pembelian paling mahal Liverpool adalah Virgil Van Dijk, saat itu Virgil Van Dijk di beli dengan harga yang mencapai 75 juta Pound dari Southampton pada bursa transfer musim dingin 2018 lalu.

Namun, dengan biaya sebesar itu Liverpool tidak di rugikan oleh kedatangan Virgil Van Dijk. Sebab, Van Dijk berhasil memperlihatkan performa apik nya untuk membuat pertahanan Liverpool lebih solid dan kuat.

Dengan kedatangan pemain-pemain mahal berkelas ke Liverpool, sepertinya kebijakan transfer di Liverpool sudah di ubah. Mereka sepertinya saat ini bukan lagi menjadi klub penjual melainkan pembeli yang kuat di bursa  transfer.

Dahulunya, Liverpool merupakan salah satu klub yang paling sering menjual pemain andalan mereka. Padahal, dalam skuat The Reds sendiri masih memerlukan jasa dari sang pemain tersebut.

Lantas, siapa saja pemain yang pernah di jual Liverpool dengan harga mahal? Berikut ini beberapa pemain yang di jual mahal oleh Liverpool.

1. Xabi Alonso

Xabi Alonso merupakan gelandang tengah yang pernah memperkuat Liverpool pada tahun 2004 sampai 2009. Kemudian Real Madrid terpikat dengan permainan Xabi Alonso sehingga berniat memulangkannya ke Spanyol.

Pada akhirnya Liverpool bersedia untuk melepas Alonso dengan harga 34,5 juta euro. Kemudian Alonso berhasil menuai kesuksesan bersama Real Madrid di Santiago Bernabeu.

2. Fernando Torres

Nama Fernando Torres pastinya tidak asing lagi di telinga pecinta sepak bola, Torres adalah salah satu penyerang terbaik yang di miliki Liverpool. Namun, Torres harus berpisah dengan Liverpool pada 31 Januari 2011 silam.

Torres secara tiba-tiba berpindah haluan dan masuk ke tim rival, Chelsea, dengan mahar 58,5 juta euro. Fernando Torres menjadi penjualan terbesar kala itu.

3. Raheem Sterling

Rahem Sterling adalah idola dari para pendukung Liverpool. Hal itu tak jauh dari penampilan apik yang selalu ia bawakan saat bersama Liverpool.

Namun, Sterling lebih memilih untuk pindah ke klub lain, yaitu Manchester City. Transfer pemain ini memakan biaya mencapai 63,7 juta euro pada tahun 2015.

 

Nah, itulah tiga pemain yang pernah di jual Liverpool dengan harga yang mahal. Tapi bukan mereka saja masih ada nama Luis Suarez dan Philippe Coutinho yaang juga di jual Liverpool dengan harga yang fantastis.

Kiper Liverpol mendapatkan Ancaman Penganiayaan sampai Kematian

Kiper Liverpol mendapatkan Ancaman Penganiayaan sampai Kematian

Tim liverpool diharuskan ter singkir pada babak 16 besar pada liga champions sesudah ditaklukkan dengan skor 2-3 oleh atletico madrid dianfield pada liga leg kedua pada tanggal 12-3-2020.

Pada penampilan tandingan yang penting tersbut,kiper dari tim liverpool adrian menampilkan penampilan yang tidak baik sesudah lakukan kesalahan.kiper yang spanyol yang gantikan alisson dikarenakn alami cedera,alami malam yang sangat buruk sesudah di nilai jadi sebab dari gol yang pertama pada atletico madrid.

Pada saat itu andrian yang halau bila malah meng arah pada marcos liorente yang kemudiian dengan gampang laju kedepan serta selesaikan dengan tendangan yang keras untuk lewati kiper.

gawang yang dijaga ardian kambali di jebol liorente dari tim alvaro morata.gol ini telah cukup buat sang juara akan tahan untuk ter singkirkan sesudah lakukan per panjangan waktu.

Sesudah lakukan pertandingan adrian posting pada medsos.dia jawab puluhan pesan yang kasar dari orang orang yang sebut fans dari tim liverpool.

Merasa kecewa

“Sangat rasakan sedih serta rasa kecewa dengan hasil yang di peroleh pada malam itu,menjelaskan tak yang kami harap kan.sangat berterima kasih pada semua fans atas doa serta dukungan dari kalian,kami akan masih miloki tujuan yang sangat besar untuk kedepannya pada musim yang kan datang.

Pengancaman penganiayaan

Adrian memang sedang hadapi banyk pesan yang bersifat ancaman sesudah kinerja nya yang tidak baik pada laga itu.dia dapatkan ancaman aniayaan sampai kematian.

“Kalau kamu miliki moral,jangan pernah main untuk LFC lagi.Rip kontrak kamu.”kami tak ingin lihat kamu lagi.”itu lah pesan pesan yang didapatkan nya yang kasar dari para penggemarnya.

Tapi yang di untungkan,para fans tim liverpool lain nya dengan sangat cepat untuk balas serta kutuk komentar yang dirasa jijik itu yang di tujukan pada kiper spanyol tersebut.

Ada seseorang yang fans dari tim liverpool yang tuliskan”kalau kamu itu kirim pesan yang bersifat pelecehan yang bersifat pribadi,maka dari itu kanu tidak lah fans dari tim liverpool serta membuat malu saja ucap nya.

Liverpool Dapat Peringatan Dari Houllier

Liverpool Dapat Peringatan Dari Houllier

Gerard Houllier, mantan pelatih Liverpool ini tidak khawatir melihat bekas tim asuhannya harus kalah di laga melawan Watford. Namun ia mengingatkan Liverpool bahwa sebuah klub yang besar tidak pernah mengalami kekalahan dalam dua laga beruntun.

Seperti yang kita semua lihat, Liverpool bisa tampil dengan begitu apik di ajang Premier League musim ini. Mereka berhasil membuat jarak yang begitu jauh dengan meninggalkan rival-rivalnya seperti Man City yang terpaut 22 poin dan bertengger di posisi kedua kelasemen. Karena jarak itu, Liverpool dianggap sudah menjadi juara musim ini.

Jarak antara Liverpool dan Man City yang terpaut 22 poin itu bukanlah satu-satunya  hal yang membuat banyak orang terheran-heran. Sekuat asuhan Jurgen Klopp ini juga belum menelan kekalahan sama sekali sampai akhirnya menjalani laga kedua melawan Watford pada akhir pekan kemarin.

Liverpool yang tengah berkuasa di ajang ini di yakini tidak akan mendapatkan masalah yang begitu berarti saat harus bertamu ke markas Watford. Namun pada akhir laga, mereka justru harus menerima kekalahan saat berhasil ditumbangkan dengan skor 0-3.

Selisih 22 poin antara The Reds dengan Man City itu bisa terpotong andai Man City bisa mendapatkan kemenangan di laga pekan ke-28 yang harus tertunda sebab adanya laga final Carabao Cup. Meski begitu, kesempata Liverpool untuk mengangkat trofi juara tetap besar.

Houllier sendiri, yang pernah mengasuh Liverpool sampai enam musim, tidak begitu khawatir dengan hasil buruk Liverpool yang harus kalah dari Watford. Justru ia menganggap Watford memang pantas mendapatkan kemenangan di laga tersebut karena bisa tampil dengan intensitas tinggi.

“Pada saat itu saya merasa kalau Watford bermian dengan intensitas yang besar dalam permainan yang mereka bawakan. Namun ini bukan akhir untuk Liverpool. Hal ini memang bisa terjadi,” ujar Houllier.

Houllier tidak begitu mengkhawatirkan hasil akhir yang di dapat dari Watford, namun lebih mengkhawatirkan hasil di pertandingan selanjutnya. Baginya, pantas atau tidak klub Liverpool di sebut sebagai tim yang besar ada pada hasil akhir laga berikutnya.

“Pertandingan selanjutnya adalah pertandingan terpenting untuk Liverpool. Sebuah klub yang besar tidak akan menerima kekalahan dua kali secara beruntun. Itulah yang saat ini saya pikirkan,” ucapmnya.

Kabarnya, Liverpool akan menjalani laga pada akhir pekan depan di ajang Premier League. Mereka akan di pertemukan dengan Bournemouth yang juga sedang berusaha untuk lepas dari zona degradasi.

TOTTENHAM TIDAK BISA MENANG LAWAN LIVERPOOL DENGAN HASIL 0-1

TOTTENHAM TIDAK BISA MENANG LAWAN LIVERPOOL DENGAN HASIL 0-1

Pawai Liverpool menuju gelar Liga Premier berlanjut ketika mereka mengalahkan Tottenham 1-0 di Stadion Tottenham Hotspur untuk mencetak rekor poin Eropa yang terbaru.

Roberto Firmino mencetak satu-satunya gol dalam pertandingan di menit ke 37 ketika tim Jurgen Klopp, yang kini telah menjalani 38 pertandingan liga tanpa kekalahan, memastikan kemenangan ke 20 mereka pada musim ini untuk menggerakkan 16 poin dengan jelas di puncak Liga Premier.

Kemenangan di Stadion Tottenham Hotspur adalah rintangan penting lainnya yang harus diselesaikan ketika The Reds mencari gelar liga pertama dalam 30 tahun. Ini juga membuat penghitungan poin Liverpool menjadi 61 dari 21 pertandingan, yang merupakan awal terbaik untuk kampanye tim mana pun dalam sejarah 5 liga top Eropa.

Tottenham, yang bisa meraih 1 poin saat itu memiliki Heung-Min Son dan pemain pengganti Giovani Lo Celso tidak menyia-nyiakan peluang yang jelas, turun ke urutan kedelapan dalam klasemen setelah 1 kemenangan dalam 5 pertandingan terakhir liga mereka.

Debut pertama Liga Premier Spurs, Japhet Tanganga diberikan tes awal saat Liverpool melakukan serangan balik melalui Firmino. Bek yang berusia 20 tahun itu membuat blok penting untuk menyangkal pemain depan asal Brasil itu, tetapi rebound jatuh ke Alex Oxlade-Chamberlain yang tembakannya menghantam dasar posting.

Dengan Liverpool mendominasi penguasaan bola dan maju ke depan di setiap kesempatan, ada peluang bagi Spurs saat jeda, tetapi Dele Alli tidak dapat menyulitkan Alisson Becker, memukul tinggi di atas mistar gawang setelah menahan tantangan dari Joe Gomez dan Virgil van Dijk.

Van Dijk terlibat di ujung lain di menit ke 22, bertemu umpan silang Jordan Henderson di tiang jauh untuk mendapatkan sundulan bebas, tetapi upaya pemain berasal Belanda itu dengan gemilang dicegah oleh Paulo Gazzaniga untuk menjaga level skor.

Dominasi Liverpool akhirnya diceritakan dan mereka memimpin pada menit ke 37. Henderson menjaga serangan tetap hidup di tepi area penalti Spurs, Mohamed Salah. Pemain asal Mesir itu mengangkat bola di area penalti sebelum menemukan Firmino, yang membiarkan bola berlari melintasi tubuhnya sebelum menghasilkan penyelesaian yang kuat.